dan pagi belum beranjak
semilir angin membawa sekelebat angan
padanya hijau padi
yang mengayun lemah diterpanya
bulir embun di ujung daun
memegang erat tak mau pergi
kala mentari mengangkasa
menyibakkan sinarnya
lalu pagi beranjak diri
menghempaskan waktu yang berdiri
sama masih hitam kudapati
tanah tempat kita berdiri
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar