biar sejenak,
aku menunggu waktu yang berlalu
pada angin lalu kan,
aku kabarkan duka itu
bagaimana bisa,
wajahmu sahabat datang disetiap malam
mengganggu awal terpajamku
mengganti dingin dengan rindu
masihkah kau sisakan,
tanda tanya yang kami raba
segala hal yang tak kami sangka
kepadamu bersama hilangmu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar